Gaya Bahasa

GAYA BAHASA

ilustrasi gambarhttp://padamaraa.blogspot.com/

A. Pengertian Gaya Bahasa

Menurut Sujiman, dalam bukunya yang berjudul “Kamus Istilah Sastra“ gaya bahasa merupakan suatu ungkapan yang berisi tentang kata-kata kiasan. Jadi, gaya bahasa di sini merupakan semua jenis ungkapan yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan makna khas (bukan makna sebenarnya).

Gaya bahasa atau majas, juga dapat di artikan sebagai cara mengungkapkan suatu pikiran atau perasaan dalam bentuk tulisan ataupun lisan. Gaya bahasa merupakan salah satu contoh penafaatan dari kekayaan bahasa, karena ketika orang menggunakan gaya bahasa, ia mampu memilih kata-kata yang tepat sesuai yang diinginkan.

B.     Fungsi Gaya Bahasa

Fungsi dari penggunaan gaya bahasa sebagai berikut:

1.      Untuk menegaskan sesuatu dengan lebih jelas.

2.      Untuk mnegulang kata atau bagian, frasa ataupun bagian dari suatu kalimat yang dirasa perlu uuntuk mendapatkan penekanan.

3.      Untuk mengungkapkan suatu maksud atau tujuan tertentu

4.      Untuk membandingkan dua hal yang berawanan.

5.      Untuk mengumpamakan tentang suatu hal.

6.      Untuk mengatakan suatu maksud tertentu dengan menggunakan kata yang berlainan maksud.

C.     Macam-Macam Majas

1.      Majas Perbandingan

Majas perbandinga adalah kata-kata yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan pesan (pengaruh) terhadap pembaca.

Majas ini terbagi menjadi beberapa macam:

a)      Majas Alegori

Majas alegori adalah majas yang di dalamnya penyampaiannya menggunakan kiasan atau penggambaran. Artinya, ada suatu objek atau keadaan yang dibandingkan dengan kiasan tertentu yang memiliki sifat dan karakteristik yang sejenis.

Majas alogori menejelaskan sesuatu secara tidak langsung  melalui kiasan atau penggambaran yang berhubungan dan bertautan dalam sebuah kesatuan yang utuh. Majas ini sekilas memiliki kemiripan dengan majas simile.

Contoh:

o   Kecantikan wanita itu layaknya seorang bidadari yang benar-benar meneduhkan hati.

o   Ibu bagaikan malaikat bagi anak-anaknya. Ia memberikan kasih sayang yang tulus dan suci.

o   Perjalanan hidup itu seperti sungai yang mengalir, akan selalu ada rintangan seperti gelombang, arus kencang hingga bebatuan di sungai.

·                     Dunia ini ibarat panggung sandiwara, tiap orang menjalankan perannya masing-masing.

b)      Majas Alusio

Majas Alusio merupakan salah satu jenis majas perbandingan yang menggunakan ungkapan/ pribahasa yang sudah lazim didengar semua orang.

Contoh:

o   Sepertinya, dia memang sudah hilang akalnya.

o   Justin Beiber memang artis mancanegara yang sedang naik daun.

o   Ke mana saja kamu, Dian? Kok tidak kelihatan batang hidungnya

c)      Majas Simile

Majas simile adalah majas perbandingan yang memakai ungkapan secara tidak langsung dan dinyatakan dengan kata depan dan penghubung seperti, layaknya, bagaikan, dan lain-lain.

Contoh:

o   Kau seperti cermin, Yang telah usang dan berdebu.

o   Ku seperti kapas, Yang putih hampa dan terkulai.

o   Mereka berdua bagaikan kucing dan anjing, tidak pernah bisa akur.

o   Malam ini. Sebuah perapian menyala di kejauhan seperti bayang-bayangmu bergerak di pintu depan.

d)     Majas Metafora

Majas metafora merupakan salah satu jenis majas perbandingan yan berfungsi untuk mengungkapkan sebuah ungkapan perasaan secara langsung berupa perbandingan analogis.

Contoh:

o   Rian Novianto memang seorang bintang kelas.

o   Dinda seoarang kembang desa dikampungnya.

o   Dia adalah jantung hatiku, namanya winda.

o   Zahra adalah anak semata wayangku, maka jangan sakiti perasaannya.

o   Hari ini Ayah membawakan buah tangan dari Jakarta.

o   Rere dan Toni merupakan buah hati mama. 

e)      Majas Antropomorfisme

Majas antropomorfisme merupakan majasa perbandingan yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

Contoh:

o   Ketika jari-jari bunga terbuka mendadak terasa: betapa sengit cinta kita.

o   Jakarta merupakan jantung perekonomian pada kita.

o   Ia bersandar di lambung kapal.

f)       Majas Sinestesia

Majas sinestesia merupakan jenis majas perbandingan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain 

Contoh:

o   Kamu terlihat manis dengan baju biru itu. (Manis merupakan indra perasa yang dipindah menjadi indra pengelihatan).

o   Ketika Wisnu datang, suasana pesta itu menjadi semakin hangat.

g)      Majas Antonomasia

Majas antonomasia merupakan majas perbandingan yang berfungsi untuk menyebutkan sesuatu bukan dengan nama asli dari benda tersebut, melainkan dari salah satu sifat benda tersebut.

Contoh:

o   Si gendut datang dengan menggunakan kemeja berwarna merah bata.

o   Si jangkung melangkah dengan tergopoh-gopoh.

o   Akhirnya, si cerewet itu tertidur juga.

o   Si Meong terlihat girang setelah berhasil menangkap seekor tikus.

h)      Majas Aptronim

Majas aptronim merupakan majas perbandingan yang dilakukan dengan cara pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.

Contoh:

o   Karena sehari-hari ia berjualan cemplon, maka ia dipanggil Nyak Cemplon.

o   Ke manakah Si Juru tulis itu? Rapat akan segera dimulai, tapi dia belum datang juga.

o   Gedung ini dirancang oleh arsitek-arsitek terkenal di negeri ini.

i)        Majas Metonimia

Majas metonimia adalah majas perbandingan yang menggunakan nama atau merek dari suatu banda.

Contoh:

o   Paman Hardi menghisap Malboro.

o   Ayah minum kapal api setiap pagi.

o   Bambang berangkat kerja dengan Honda merahnya.

o   Saat hujan enaknya makan indomie kuah.

j)        Majas Hipokorisme

Majas hipokorisme merupakan majas perbandingan yang menggunakan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukan hubungan karib.

Contoh:

o   Kucing Mina sangat cantik dan indah, itu sebabnya Mina sangat menyukainya.

o   Kecil kembalilah sebentar, aku hanay ingin memeluk anakmu.

k)      Majas Litotes

Majas litotes merupakan majas perbandingan yang berisi tentang penurunan kualitas suatu fakta denagan tujuan merandahkan diri.

Contoh:

o   Saya mohon, sudilah kiranya untuk singgah sebentar di gubuk saya.

o   Apa yang kuberikan ini sungguh tidak ada artinya sama sekali.

o   Ah, Anda bisa saja tuan, saya kan Cuma pegawai rendahan.

l)        Majas Hiperbola

Majas hiperbola merupakan majas perbandingan yang memiliki sifat membesar-besarkan atau melebih-lebihkan sesuatu dari kenyataan sebenarnya.

Contoh:

o   Setengah mati mengerjakan soal matematika ini.

o   Pemutuaran perdana film “Sang Pencerah“ dibanjiri banyak penonton.

o   Cita-citanya memang setinggi langit.

o   Suaranya menggelegar sampai gendang telingaku mau pecah

m)    Majas Personifikasi

Majas personifikasi merupakan majas perbandingan yang menyatakan benda mati sebagai sesuatu yang seolah-olah hidup layaknya manusia.

Contoh:

o   Awan hitam itu menari-nari di angkasanya.

o   Kereta tua meraung-raung di tengah keheningan malam.

o   Daun kelapa itu melambai-lambai diterpa angin kencang. 

n)      Majas Pars Pro Toto

Majas pars pro toto merupakan majas perbandingan yang di dalamnya pengungkapannya memakai sebagian dari objek untuk menunjukan keseluruhan objek.

Contoh:

o   Saya tidak mau tinggal satu atap dengannya.

o   Sudah tiga hari aku tidak melihat batang hidungnya.

o   Setia kepala dibayar Rp20.000,-per hari.

o   Lima ekor sapi telah mati terkena semburan awan panas di Lereng Merapi.

o)      Majas Totum Pro Parte

Majas totum pro parte merupakan majas perbandingan yang mengungkapkan tentang keseluruhan objek, padahal yang dimaksud hanya sebagian.

Contoh:

o   Akhirnya, Indonesia bisa mengalahkan Filifina dengan skor 1-0.

o   SMU 5 Yogyakarta memenangkan lomba lari antar-SMU.

o   Desa itu terserang muntaber.

o   Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

p)      Majas Eufimisme

Majas eufimisme merupakan majas perbandingan yang digunakan untuk mengungkapkan kata-kata yang pandang tabu (dirasa kasar) dngan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.

Contoh:

o   “Saya minta ijin untuk pergi ke belakang, Pak Dian.“ Ucap Lucky.

Kata ke belakang lebih halus daripada kata WC.

o   Saya terharu melihat para tuna wisma itu.

Tuna wisma lebih halus daripada gelandnagan`

o   Bu ahmad pendengarannya sudah berkurang.

Pendengaran berkurang lebih sopan daripada tuli.

q)      Majas Disfemisme

Majas disfemisme merupakan majas perbandingan yang mengungkapkan sesuatu yang tabu (kurang pantas) sebagaimana adanya. Majas ini merupakan kebalikan dari majas eufismisme.

Contoh:

o   Ivana Aldi berhasil menjebloskan bola ke gawan lawan.

Kata menjebloskan lebih kasar daripada memasukkan.

o   Di tewas tertembak polisi.

Kata tewas lebih kasar daripada mati.

o   Binatang itu kembali lagi ke sarangnya.

Kata binatang lebih kasar daripada hewan.

r)       Majas Fabel

Majas fabel merupakan majas perbandingan yang menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.

Contoh:

o   Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya.

o   Kancil berkata kepada siput “Kalian tidak akan pernah bisa mengejarku“.

o   Kancil melompat-lompat kegirangan setelah isa menyeberangi sungai itu 

s)       Majas Parabel

Majas parebel merupakan majas perbandingan yang mengungkapkan tentang suatu pelajaran atau nilai, tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.

Contoh:

o   Adam dan Hawa diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain.

(Adam dan hawa merupakan gambaran tentang pasangan dua sejoli).

o   Karena kesombonganya, Karun akhirnya mati tertimbun oleh harta karunnya sendiri.

(Karun merupakan gambaran tentang orang kaya yang sombong).

t)       Majas Perifase

Majas perifase merupakan salah satu jenis majas yang berisi tetang suau ungkapan yang panjang sebagia pengganti ungkapan yang lebih pendek

Contoh:

o   Pak Ali akhirnya beristirahat dengan damai.

(Beristirahat dengan damai meggantikan ungkapan meninggal).

o   Dia selalu merasa  bahwa kemenangan ada di depan matanya.

(kemenangan ada di depan matanya menggantikan ungkapan optimis).

o   Dia sudah pergi ketika matahari tepat berada di atas kepalanya.

(matahari tepat di atas kepala meggantikan ungkapan siang).

u)      Majas Eponim

Majas eponim merupakan majas perbandingan yang mengandung nama seseorang dan sering dihubungkan dengan sifat tertentu. hal ini bisa berarti bahwa nama itu dipakai untuk menggantikan sifatnya.

Contoh:

o   “Mungkin Dewi Fortuna belum berpihak kepada kita berdua, Pak,“ ucap Ibu Lia.

(Dewi Fortuna melambangkan tentang keberuntungan)`

o   Andai saja ada Hercules yang bisa membantu kita untuk mendorong mobil ini.

(Hercules melambangkan tentang orrang yang kuat)`

o   Di butuhkan banyak Kartini untuk mempertahankan hak kaum perempuan di zaman ini.

(Kartini melambangkan tentang pembela hak kaum perempuan).

v)      Majas Simbolik

Majas simbolik adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.

Contoh:

o   Sikapmu seperti bunglon, tidak memiliki pendirian sama sekali.

(Bunglon dianggap tidak memiliki pendirian karena mudah berganti-ganti warna ditempat dan suasana berbeda).

o   Kita harus segera membasmi tikus-tikus yang ada di dewan perlemen kita.

(Tikus-tikus melambangkan koruptor)

o   Dia sesuci melati.

(Melati dianggap suci karena warnanya yang putih, warna putih identik dengan suci).

w)    Majas Asosiasi

Majas asosiasi merupakan majas perbandingan antara dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.

Contoh:

o   Wajah gadis manis itu bagai bulan purnama. (Cantik)

o   Mengapa wajahmu seperti mayat? (pucat)

o   Ia memberiku tanda mata berupa sebuah jam tanga. (kenang-kenangan)

2.      Majas Penegasan

Majas penegasan adalah ungkapan yang digunakan untuk menegaskan atau memperkuat suatu berita. Majas ini terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

a)      Majas Apofasis

Majas afofasis adalah majas penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan. Majas ini juga disebut dengan majas preterisio.

Contoh:

o   Anda memang tampan dan disukai banyak wanita, tetapi dengan berat hati saya katakan bahwa penampilan Anda tak sebersih hati Anda.

o   Ingin rasanya saya tutup mulut tentang hal ini, tetapi saya pikir saya harus memberitahu Anda bahwa suami Anda baru saja dibawa polisi setengah jam yang lalu. 

b)      Majas Pleonasme

Majas pleonasme adalah majas penegasan yang ditulis dengan cara menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Contoh:

o   Silahkan Anda masuk ke dalam lebih dahulu.

(kata ke dalam seharusnya tidak usah ditambahkan karena kata masuk biasanya ke dalam, tidak mungkin masuk ke luar).

o   Api yang panas itu telah menghanguskan kediaman Pak Sastro.

(kata yang panas seharusnya tidak perlu ditambahkan, karena kata api biasanya panas, tidak mungkin api itu dingin).

c)      Majas Repetisi

Majas repetisi adalah majas penegasan dengan perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam satu kalimat.

Contoh:

o   Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasih hatiku.

o   Kebahagianmu adalah kebahagian bagiku juga.

d)     Majas Pararima

Majas parirama adalah pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.

Contoh:

o   Orang asing itu berjalan mondar-mandir di depan rumahku.

o   Para waria itu berlari kocar-kacir saat dikejar Saptol PP.

e)      Majas Aliterasi

Majas aliterasi adalah majas penegasan yang isinya berupa pengulangan konsonan pada akhir kata secara berurutan.

Contoh:

o   Di malam yang kelam dan suram ini, Wisnu berjalan sendirian menuju rumahnya.

o   Gadis manis itu menangis setelah ditinggal pergi kekasihnya.

f)       Majas Paralelisme

Majas paralelisme adalah majas penegasan yang cara pengungkapannya menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar..

Contoh:

o   Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus dibrantas.

o   Baik orang kaya maupun orang miskin, semua berkumpul di satu masjid yang sama.

g)      Majas Taulogi

Majas taulogi adalah majas perbandingan dengan cara mengulang kata menggunakan sinonimnya.

Contoho   Siapapun juga tidak pernah mengharapkan dan menginginkan kejadian seperti ini terjadi.

o   Dengan riang gembira, Rahayu memeluk ibunya ketika mendapat sebuah hadiah 

h)      Majas Antanaklis

Majas antanaklis adalah majas perbandingan yang didalam penggunaannya  memakai pengulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.

Contoh:

o   Rida membawa buah tangan dari Malang, yaitu buah apel.

o   Dokter berkata bahwa luka di kaki Luki bisa saja karena bisa ular.

i)        Majas Klimaks

Majas klimaks adalah majas penegasan yang menggambarkan tentang suatu pemikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/ kurang penting, mengingat kepada hal yang kompleks/ lebih penting.

Contoh:

o   Sejak baik, balita, anak-anak hingga dewasa, ia hanya tinggal bersama ibu tercintanya.

o   Hidup kita diharapkan berguna bagi saudara, orang tua, nusa bangsa, dan negara 

j)        Majas Antarklimaks

Majas antiklimaks adalah majas penegasan yang memaparkan tentang pikiran atau suatu hal secara berturut-turut dari yang kompleks/ lebih penting, menurun kepada hal yang sederhana/ kurang penting.

Contoh:

o   Bapak kepala sekolah, para guru, dan murid-murid sudah berada di lapangan upacara.

o   Kami telah mengumpulkan pecahan uang ratusan ribu, puluhan ribu bahkan ribuan untuk bantuan meletusnya Gunung Merapi.

k)      Majas Inversi

Majas inversi adalah majas penegasan yang penggunaannya dengan cara menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.

Contoh:

o   Datang dia dengan tergopoh-gopoh.

o   Pergilah kau, pergi dari hidupku

o   Bawalah semua rasa bersalahmu

(Pergilah kau, Sherina, Trinity Optima Production, 2009)

l)        Majas Retoris

Majas retoris adalah senis majas yang mengandung tanya jawab, dimana jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.

Contoh:

o   Apakah pejabat yang jujur pada masa seperti ini?

o   Ini kah yang namanya persahabatan? 

m)    Majas Elipsis

Majas elipsis adalah sejenis majas penegasan yang terdapat penghilangan kata atau bagian kata di dalamnya.

Contoh:

o   Aku sudah memberitahumu kesempatan sampai hari ini, tapi kenyataannya...

o   Sebenarnya aku menginginkannya, tapi... ya, sudahlah...

n)      Majas Koreksio

Majas koreksio adalah majas penegasan tentang suatu hal, tetapi kemudian memperbaikinya.

Contoh:

o   Lelaki itu berbaju biru. Maaf, berbaju merah, maksudku.

o   Acara sudah dimulai pada pukul empat sore tadi. Eh, pukul lima sore.

o)      Majas Polisidenton

Majas polisidenton adalah majas penegasan yang menyebut hal atau beda dengan menggunakan beberapa kata penghubung.

Contoh:

o   Setelah ia pulang sekolah, lalu ia mandi, kemudian salat Zuhur, dan tidur siang.

o   Iya mencuci beras terlebih dahulu, kemudian menanak nasi, dan menunggunya hingga matang.

p)      Majas Asindenton

Majas asindenton adalah majas penegas yang menggabungkan beberapa kata tanpa adanya konjungsi.

Contoh:

o   Semuanya terserah kamu, kamu boleh bilang aku nakal, sombong, pemarah, apalagi?

o   Laki perempuan, tua muda, kaya miskin, semuanya hadir pada acara pamit haji Bapak Syarifudin.

q)      Majas Interupsi

Majas interupsi adalah majas penegasan yang menggunakan sisipan kata atau frasa di tengah-tengah kalimat untuk lebih mempertegas maksud dari kalimat itu.

Contoh:

o   Jakarta, kota metropolitan itu, terancam ambles pada 2030.

o   Irfan Bachim, bintang gemilang timnas itu, sekarang memiliki banyak penggemar.

r)       Majas Enskalamasio

Majas enskalamasio  adalah majas penegasan yang menggunakan kata seru di dalam penulisannya.

Contoh:

o    Wow, sungguh luar biasa, ternyata kamu adiknya Lucky ya?

o   Aduh, sakitnya tanganku ini.

o   Ah, lupakanlah masalah yang satu itu 

s)       Majas Enumerasio

Majas enumerasio adalah majas penegasan yang melukiskan beberapa peristiwa membentuk satu kesatuan yang dituliskan satu per satu supaya tiap-tiap peristiwa dalam keseleluruhannya terlihat jelas.

Contoh:

o   Langit yang biru, ombak yang tenang itu, semakin membuat suasana di pantai begitu indah.

o   Dia datang, lalu dia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal.

t)       Majas Preterio

Majas preterio adalah ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.

Contoh:

o   Rumahmu tidak besar, tidak cukup untuk menampung kami berlima.

o   Perjalanan ini indah walau sangat melelahkan 

u)      Majas Alonim

Majas alonim adalah majas penegasan yang menggunakan varian dari sebuah nama untuk mempertegas kalimat.

Contoh:

o   Apa kabar, Dok?

(Dok, adalah varian nama dari dokter)

o   Mbang.... Bambang.... orang itu mesti yang sabar.... bambaaaang....

(lama-lama teriakannya makin tinggi dan bernada marah)

 v)      Majas Silepsis

Majas silpsis adalah majas penegasan yang menggunakan satu kata, namun memiliki beberapa arti dan bisa berfungsi dalam satu kontruksi sintaksis.

Contoh:

o   Pak Selamet bisa bermain-main dengan ular, walaupun terkadang ia terkena bisa ular tersebut.

o   Pada tanggal 23 Desember kemarin, Rio terjatuh dari sepeda hingga giginya tanggal satu.

3.      Majas Sindiran

Majas sindiran adalah rangkaian kata-kata kiasan (ungkapan) yang digunakan untuk menyidir suatu hal. Majas ini terbagi menjadi beberapa bagain, yaitu:

a)      Majas Sarkasme

Majas sarkasme adakah majas sindiran secara langusng yang bersifat kasar.

Contoh:

o   Aku tidak akan pernah mau untuk tinggal di rumah yang mirip tempat sampah itu.

o   Kamu mati pun aku tak rugi

b)      Majas Ironi

Majas ironi adalah majas yang berisi sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya, dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.

Contoh:

o   Bersih benar rumahmu, seperti kandang ayam.

o   Pandai sekali kamu, baru datang ketika rapat sudah mau selesai.

c)      Majas Satire

Majas satire adalah majas sindiran yang berisi ungkapan yang menggunakan darkasme, ironi atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dan sebaginya.

Contoh:

o   Ya ampun, soal semudah ini tapi kamu tidak bisa mengerjakannya.

o   Rokmu pendek sekali, kurang kain, ya? 

d)     Majas Innuendo

Majas innuendo adalah majas sindiran yang memiliki sifat mengecilkan fakta yang sebenarnya.

Contoh:

o   Ia menjadi kaya karena memakai harta perusahaan.

o   Fery bisa masuk kampus terbaik karena usaha orangtuanya melobi rektor.

e)      Majas Sinisme

Majas sinisme adalah majas yang berbentuk kesangsian dan mengandung ejekan terhadap suatu hal.

Contoh:

o   Manis betul teh ini, gula mahal, ya?

o   Aku tidak suka perkataanmu tadi, itu tidak pantas diucapkan oleh orang sepertimu 

f)       Majas Antifrasis

Majas antifrasis adalah majas sindiran yang menggunakan kata atau kelompok kata yang memiliki arti berlawanan.

Contoh:

o   Si Putih terlihat bingung mencari pemutih untuk kulitnya yang hitam itu.

o   Si Anak Pintar tidak bisa menyelesaikan soal nomor 19 

4.      Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah susunan kata-kata kiasan (ungkapan) yang bertujuan untuk menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya. Majas ini terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:

a)      Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas pertentangan yang mempertentangkan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar. paradoks juga bisa diartikan sebagai semua hal yang menarik perhatian karena kebenarnanya.

Contoh:

o   Santi merasa kesepian di tengah-tengah keramaian pesta ulang tahunnya.

o   Ia merasa kekurangan meskipun tinggal dirumah mewah itu.

b)      Majas Oksimoron

Majas oksimoran adalah majas paradoks yang tersusun menjadi sebuha frase.

Contoh:

o   Olahraga mendaki gunung memang sangat menarik, walaupun cukup membahayakan.

o   Janganlah takut gagal, karena kegagalan adalah kesuksesan ini peristiwa yang diceritakan.

Contoh:

o   Rama dan Shinta bersembuyi dari kejaran Rahwana di dalam sebuah Kapal besar.

o   Air mata ibu Malin Kundang pun segera dihapus dengan menggunakan tisu basah. 

d)     Majas Kontkdisi Interminus

Majas kontradiksi interminus adalah majas pertentangan yang berisi pernyataan yang bersifat menyangkal atas keterangan yang telah disebutkan pada bagian sebelumya.

Contoh:

o   Semua pesta seminar sudah siap, kecuali Ayu.

(Pada kalimat sebelumnya dijelaskan bahwa semua sudah siap, kemudian disangkal)

o   Anna sudah membeli semua perlengkapan mandi, kecuali sabun.

(Pada kalimat sebelumya dijelaskan bahwa semua perlengkapan mandi sudah dibeli, kemudian disangkal 

e)      Majas Antithesis

Majas antithesis adalah majas yang menggunakan kata-kata yang berlawanan untuk mengungkapkan suatu maksud.

Contoh:

o   Habis gelap terbitlah terang.

o   Di balik setiap kesulitan, pasti akan ada kemudi 

D.    Daftar Pustaka

Panumbangan, Abraham. 2013. Majas Peribahasa Pembentukan Istilah Sinonim-Antonim. Yogyakarta: Buku Pintar.

 


Komentar