Belajar Mendeskripsikan

Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7

 

Berapa banyak orang yang pergi sekolah? - Humor - Dictio Community

gambar dictio.id 


DESKRIPSI

A.    Pengertian Deskripsi

Deskripsi yaitu memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.

Deskripsi merupakan teks yang berusaha memberikan informasi gambaran sebuah objek sejelas-jelasnnya kepada pembaca sehingga pembaca seolah-olah ikut melihat, mendengar, atau merasakan seperti yang dialami penulis.

Secara umum, teks deskripsi berisi informasi berbentuk kalimat deskripsi, yaitu kalimat yang berisi gambaran objek (benda) yang dideskripsikan. Gambaran objek (benda)n bisa berupa lokasi, suasana, ukuran  (besar-kecil, tinggi-rendah), warna (merah, kuning, biru), rasa (manis, pahit, getir, halus, kasar), atau sifat-sifat fisik yang lain. Kalimat deskripsi menggambarkan atau melukiskan sesuatu sehidup-hidupnya, seperti keadaan alam, ruang, atau keindahan wajah seseorang. Dengan kata lain, kalimat deskripsi merupakan kalimat yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu, seperti benda, orang, tempat sesuai dengan objek yang sebenarnya.

Ciri Isi dan Tujuan Teks Deskripsi

Bacalah teks berikut

Parangtritis nan Indah

 

         Salah satu andalan wisata Kota Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya Pantai Parangtritis  berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini tereletak sekitar 27 km arah selatan Yogyakarta.

         Pemandangan Pantai Parangtritis sangat memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok.

         Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari. Di sore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan saat sangat istimewa. Lukisan alam yang sungguh memesona. semburat warna merah keemasan dilangit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang sangat memukau. Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan tersihir kita menyaksikan secara perlahan matahari seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.

 

         Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di Pantai Parangtritis ini kita bisa menyaksikan anak-anak bermain pasir. Tua muda menikmati embusan segar angin laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun angkutan andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah.

 

 

1.      Mengidentifikasi Ciri Objek, Tujuan, dan Isi Teks Deskripsi

Setelah membaca teks deskripsi di atas mari kita perhatikan ciri teks dari segi isi dan tujuannya.

 

a.       Ciri objek teks deskripsi

Judul Teks

Objek/ Hal yang Dideskripsikan

Parangtritis nan Indah

Pantai Parangtritis

 

Objek yang dibicarakn pada teks deskripsi bersifat khusus (objek tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain). Objek yng dideksripsikan bersifat personal. Ciri ini tergambar pada judul berisi objek pada konteks tertentu (Parangtritis nan Indah). Hal yang dibicarakan khusus Pantai Parangtritis yang memiliki tanggapan khusus sesuai dengan gambaran penulis yang bisa jadi berbeda dengan pantai-pantai yang lainnya.

 

b.      Tujuan teks deskripsi

 

Judul Teks

Tujuan

Parangtritis nan Indah

Menggambarkan keindahan Pantai Parangtritis

 

Tujuan teks deksripsi menggambarkan objek dengan cara memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis. Teks deskripsi bertujuan menggambarkan/ melukiskan secara rinci dan menggambarkan sekonkret mungkin suatu objek/ suasana/ perasaan sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar, mengalami apa yang dideskripsikan.

 

c.       Isi teks deskripsi

Tujuan Teks

Rincian

Perasaan Terhadap Objek

Menggambarkan keindahan Pantai Parangtritis

Keindahan fisik pantai, keindahan pantai di sore hari, suasana kegiatan orang di pantai

Bangga dengan keindahan Pantai Parangtritis

 

Isi teks deskripsi diperinci menjadi perincian bagian-bagian objek. Dalam teks deksripsi yang berjudul “Parangtritis nan Indah“, teks tersebut merinci bagian-bagian berupa keindahan fisik pantai, keindahan pantai di sore hari, dan suasana kegiatan orang dipantai.

Isi teks deksripsi menggambarkan secara konkret (menggambarkan wisata yang indah akan dikonkretkan indahnya seperti apa). Dengan demikian, teks dekripsi banyak menggunakan kata khusus (waktu dikhususkan pada kata sore, pagi, siang, malam)

Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunkan kata-kata dengan emosi kuat (ombak menggempur, kemolekan pantai).

 

2.      Jenis Teks Deskripsi

Teks deskripsi dapat dikembangkan menjadi tiga jenis teks, yaitu teks deksripsi spatial, objektif dan subjektif.

a.       Teks deskripsi spasial, yaitu paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa.

Contoh

          Ruangan berukuran 9 m x 8 m ini sungguh sangat nyaman ditempati. Sebuah sofa empuk berwarna putih dengan meja kayu berada di tengah ruangan. Sementara itu, rak buku berisi beberapa bovel dan buku-buku ilmiah diletakkan dekat dengan dinding sebelah selatan bersanding dengan sebuah pot berisi pohon palem kecil yang seakan-akan menyatu dengan tembok yang di cat dengan warna hijau muda. Di luar ruangan, terdapat sebuah kolam kecil berukuran 2,4 m x 2 m berisi beberapa ikan koi yang berseliweran. Suara gemercik air dari kolam menambah sejuknya suasana di ruang tamu milik Ibu Asti ini.

:

b.      Teks deskripsi objektif, yaitu paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya. Agar suatu objek mampu membangkitkan daya khayal pada diri pembaca.

Contoh:

          Di sudut dekat pintu duduk seorang laki-laki. Namanya Paijo. Dia memakai celana yang pendek dan baju kaos yang telah sobek-sobek, yang melukiskan kemelaratan dan kemiskinan yang sehari-hari dideritanya. Pada dadanya yang bidang dan berisi, lengannya yang kukuh penuh urat dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya. Air mukanya yang keruh, pipinya yang kembang kempis dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh rintangan dan duri.

 

c.       Teks deskripsi subjektif, yaitu paragraf yang disusun berdasarkan pandangan atau perasaan penulis. Segala hal yang dituangkan dalam paragraf merupakan hasil opini pribadi penulis.

Contoh:

         Ibu Ratih adalah guru yang paling tegas, disiplin, namun juga dekat dengan siswa di sekolah kami. Beliau mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Beliau memiliki tinggi 165 cm dengan berat badan sekitar 60 kg. Ketika mengajar, beliau selalu menggunakan kacamata  berlensa kecil dengan frame warna putih. Saat mengajar, beliau selalu sabar sampai semua siswa mengerti, namun juga disiplin. Sebagai murid, kami segan dan hormat padanya.

.

 

3.      Ciri Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi

a.       Menggunakan sinonim kata yang bermakna khusus

Kata Umum

Kata Khusus

Waktu

Pagi, siang, sore, malam, petang, senja

Warna

Abu-abu, hijau, kuning, merah, biru dll

Indah

Elok, molek, permai menakjubkan

 

Kata umum (hipernim) yaitu kata yang memiliki makna dan cakupan yang lebih luas.

Kata khusus (hiponim) yaitu kata yang ruang lingkup dan cakupan maknanya lebih sempit.

 

b.      Kalimat berisi penjelasan terperinci untuk mengkonkretkan

Kalimat perincian yang menjelaskan kalimat lain yang lebih umum.

Kalimat

Kalimat Perincian

Pemandangan Pantai Parangtritis sangat memesona

Terlihat tebing yang sangat tinggi. Melihat batu karang besar. Pantai Bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau

Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari.

Kita bisa melihat matahari terbenam.

Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Menyaksikan kerumunan anak-anak bermain pasir. Tua muda menikmati embusan segar angin laut.

 

c.       Mengidentifikasi majas

Teks deksripsi menggunakan majas perbandingan untuk menggambarkan/ melukiskan objek.

Teks Deskripsi

Majas

Kalimat

Parangtritis nan Indah

 Majas personifikasi

Batu karang besar siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat.

Majas personifikasi

Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari

Majas personifikasi

Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh.

Majas simile

 

Seakan tersihir kita menyaksikan secara perlahan matahari seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.


B. Menentukan Isi Teks Deskripsi

Setelah kita belajar mengidentifikasi, sekarang kita belajar memahami isi teks deskripsi.

Bacalah teks berikut dan pahami isinya!

Gebyar Pementasan Tari Kolosal

 

          Drama tari kolosal “Ariah“ dipentaskan di area monas. Pemezntasan tari kolosal ini dalam rangka hari jadi Kota Jakarta ke- 386. Drama musikal “Ariah“ mnceritakan pejuang perempuan muda Betawi yang penuh semangat dan mempunyai martabat. Atilah Soeryadjaya memprakarsai dan menjadi sutradara cerita rakyat Betawi ini. Selain itu, seniman serba bisa itu juga menulis naskah dan sekaligus menulis lirik lagu pementasannya. Dari awal sampai akhir, pementasan ini sangat memukau.

           Pertunjukan dimulai pada pukul 20.00. pertunjukan di buka dengan nyala api yang berkobar di depan tugu Monas. Di bagian barat kembang api meluncur deras ke langit Jakarta diiringi alunan musik mengentak keras. Penonton bersorak-sorai kaget sekaligus terpesona. Tata lampu yang didukung cuaca cerah malam ini semakin menambah kedahsyatan suasana pembukaan. Pertunjukan awal melibatkan Monas sebagai latar. Monas nampak gagah dan menawan karena berkali-kali disoroti gambar-gambar indah sebagai latar cerita.

           Setelah  sukses memukau penonton pada acara pembukaan, penonton disuguhi kemunculan 200 penari yang menjadi inti drama Ariah. Para penari berlenggak-lenggok di atas tiga level panggung miring dengan sudut 15 derajad. Kostum warna-warni tradisional Betawi nampak semarak dibalut sinar lampu yang dramatis. Erwin Gutawa mengarasemen lagu-lagu Betawi dengan syahdu. Musik menggetarkan suasana.

           Adegan puncak benar-benar mengaduk-aduk emosi penonton. Beragam suasana hati semakin dirasakan penonton. Nuansa kecerian permainan anak-anak wak wak gung disusul suasana romantis Juki dan Ariah. Adegan berganti dengan suasana seru latihan silat antara Ariah dan Juki. Pergantian suasana berlangsung sangat cepat. Puncak ketegangan semakin terasa pada saat para oenari laki-laki membawa replika obor yang menggambarkan suasana perlawanan para petani terhadao pemerintah kolonial. Suasana tanam paksa diiringi dengan kekejaman para tuan tanah yang merugikan bagian lintah darat divisualisasikan dengan penuh penjiwaan.

           Pementasan ditutup dengan peristiwa tragis. Irama yang menyayat menutup pertunjukan atas tragedi yang menimpa Ariah. Cahaya lampu meredup. Angin malam berhembus cukup dingin seakan ikut merasakan kedukaan Ariah.

           Pentas drama tari musikal kolosal Ariah ini sangat megah dan fantastik. Pergelaran karya seni yang berbasis budaya lokal Betawi ini berhasil menyuguhkan pertunjukan yang spektakuler. Tepuk tangan gemuruh mengiringi akhir pementasan.

 

 

Isi merupakan bagian utama dalam sebuah teks. Dalam teks deksripsi, penulis berusaha menyampaikan isi teks kepada pembaca melalui gambaran sebuah objek secara jelas dan rinci. Gambaran isi teks disampaikan penulis dengan menggunakan kalimat deskriptif sehingga mampu memberikan efek emosional tertentu kepada pembaca.

Sebagai latihan, kerjaan soal berikut ini!

1.      Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan pemahaman terhadap teks

a)      Apa yang dibicarakan pada teks di atas?

b)      Apa yang dijelaskan penulis pada awal pementasan, puncak pementasan, dan akhir pementasan?

c)      Apa tujuan penulis menampilkan teks tersebut?

d)     Bagaimana penulis menggambarkan keindahan pementasan?

Berilah alasan untuk mendukung jawabanmu!


C. Struktur dan Bahasa Teks Deskripsi

 

1.      Struktur Teks Deskripsi

Cermati tabel struktur teks deskripsi berikut!

Lingkungan Sekolahku yang Asri

 

          Sekolah baruku termasuk SMP favorit di kotaku. Setiap memasuki masa pendaftaran peserta didik baru, sekolah yang terletak di kota Pontianak ini sellau diburu ratusan pendaftar. Dari sekian pendaftar yang berhasil lolos dan diterima hanya separuhnya. Aku termasuk anak yang beruntung bisa diterima di sekolah ini.

Indentifikasi/ gambaran umum/ deskripsi umum

          Sekolah baruku memang layak menjadi sekolah favorit. Bukan hanya prestasi akademiknya yang mentereng, melainkan juga lingkungan sekolahnya yang asri. Pepohonan hijau yang rindang tampak kokoh membatasi lingkungan sekolah dengan jalan raya. Pintu gerbang yang bertuliskan nama sekolah tampak kokoh, tatapi tetap ramah menyapa setiap orang yang datang melintasinya. Hal ini sungguh berbeda dengan sekolah lain yang pernah aku lihat. Pagar tembok sekolahnya tinggi-tinggi tanpa ada kerindangan pepohonan yang menyertainya. Tidak heran apabila tampak angkuh, gersang, dan angker.

         Sekolah baruku tercinta, tempatku menimba ilmu, tak hanya cantik dan asri  dari luar. Setelah memasuki pintu gerbag, pandangan akan segera jatuh pada taman sekolah yang hijau, subur, rindang, dan tertata rapi. . bunga warna-warni yang bertaburan di atas taman menyemburkan aroma wangi dan indah dipandang.

         Setelah melintasi sedereu ruang yang begitu kokoh bercat kuning muda, tampak lapangan sekolah yang biasa digunakan untuk kegiatan upacara, olahraga, atau kegiatan yang lain. Kibaran bendera sang merah putih tampak bagaikan menjilat dinding langit dengan begitu perkasa. Lapangan yang menghampar luas beralas semen itu seperti menjadi saksi beragam kegiatan anak-anak dalam berjuang menggapai masa depan.

         Demikian juga halnya dengan kondiri ruang kelas. Selain lantainya yang bersih dan mengkilap, dindinganya juga dihiasi dengan beragam pajangan hasil karya siswa yang tertata rapi dan indah. Setiap regu piket kelas melaksanakan tugas dengan panuh rasa tanggung jawab. Mereka selalu kompak dalam bekerja sama untuk mewujudkan suasana ruang kelas yang bersih, indah, dan nyaman. Tidak ada sebutir debu yang dibiarkan menempel di lantai, apalagi sampai plastik dan kertas.

Deskripsi bagian

 

Struktur teks deskripsi dibangun oleh dua bagian penting, yaitu deskripsi umum (identifikasi) dan deskripsi bagian.

a)      Deskripsi umum (identifikasi)  terdapat pada bagian awal sebagai pembuka. Isinya berupa gambaran (deskripsi) umum terhadap objek yang ingin disampaikan oleh penulis.

b)      Deskripsi bagian merupakan gambaran lebih lanjut dari deskripsi umum secara jelas dan terperinci untuk memberikan efek emosional kepada pembaca sehingga apa yang digambarkann dalam teks seolah-olah biasa dilihat, didengar, dicium, atau dirasakan sendiri oleh pembacanya.

 

2.      Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

Berikut merupakan kaidah kebahasaan teks deskripsi, antara lain:

a)      Rujukan kata

Rujukan kata adalah suatu kata yang merujuk pada kata lain yang sudah digunakan sebelumnya dengan menunjukan keterkaitannya. Kata rujukan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu

o   Rujukan benda atau hal, seperti ini, itu, tersebut.

o   Rujukan tempat, seperti di sini, di situ, di sana.

o   Rujukan personel atau orang, seperti dia, mereka, ia, beliau.

 

b)      Konjungsi

Konjungsi atau juga kata penghubung yang digunakan sebagai penghubung antar kata, frasa, klausa, atau kalimat.

Berdasarkan fungsinya, konjungsi terbagi menjadi dua jenis, yaitu konjungsi intra kalimat dan konjungsi antar kalimat. Konjungsi intra kalimat adalah konjungsi yang digunakan dalam satu kalimat, biasanya menggunakan kata dan, juga, atau, tetapi, sehingga, karena, lalu, kemudian.sedangkan konjungsi  antar kalimat adalah konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Konjungsi ini menggunakan kata meskipun demikian, dengan demikian, oleh karena itu, akan tetapi, oleh sebab itu, akhirnya, selanjutnya, lalu , kemudian.

Dalam bahasa Indonesia ada berbagai macam konjungsi. Khusus pada teks deskripsi umumnya menggunakan konjungsi dan, tetapi, dan sehingga. Konjungsi dan digunakan untuk menambah deskripsi, konjungsi tetapi digunakan untuk memperlawankan unsur deskripsi, sementara konjungsi sehingga digunakan untuk menguhubungkan sebab akibat.

 

c)      Kata berimbuhan

Kata berimbuhan digunakan untuk membentuk sebuah kalimat agar kalimat lebih luwes dan komunikatif. Ada empat jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia, yaitu

o   Prefiks (awalan) : men-, ber-, di-, ter-, peN-, per-, se-, dan ke-.

o   Infiks (sisipan) : -el-, -em-, -er-, -e-, dan –in-.

o   Sufiks (akhir) : -kan, -an, -i, dan –nya.

o   Konfiks (awalan dan akhiran) : berupa awalan dan akhiran yang pemakaiannya sekaligus, seperti per-an, peN-an, ber-an, ke-an, dan se-nya.

 

d)     Kelompok kata

Kelompok kata atau disebut frasa merupakan gabungan dari dua buah kata atau lebih yang tidak membentuk arti baru.

Berikut jenis-jenis frasa:

o   Berdasarkan kedudukannnya.

1)      Frasa setara yaitu frasa yang hubungan antara unsurnya setara.

Contoh: tua muda, naik turun, mondar-mandir, asal usul.

2)      Frasa setara bertingkat yaitu frasa yang hubungan antarunsurnya tidak setara.

Contoh: uang muka, teknik baru, rakyat jelata.

o   Berdasarkan kata yang menjadi unsur intinya.

1)      Frasa nominal, yaitu frasa yang unsur pusatnya berupa kata benda.

Contoh: ruang maka, kamar mandi, baju baru.

2)      Frasa verbal, yaitu frasa yang unsur pusatnya berupa kata kerja.

Contoh: sedang pergi. Ingin sukses.

3)      Frasa abjektival, yaitu frasa yang unsur pusatnya mengandung kata sifat.

Contoh: lemah lembut, amat bodoh, sangat jelek.

4)      Frasa adverbial, yaitu frasa yang unsur pusatnya mengandung kata keterangan.

Contoh: tadi siang, tahun lalu, minggu kemarin.

5)      Preposisi (kata depan), yaitu frasa ­yang terdiri atas unsur kata depan dan kata benda.

Contoh: ke sekolah. Dari kantor, di rumah.

o   Berdasarkan distribusi unsurnya.

1)      Frasa eksosentrik, yaitu frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya.

Cntoh: di lapangan, ke pasar.

2)      Frasa endosentrik, yaitu frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurnya maupun salah satu dari unsurnya.

Frasa ini terbagi menjadi tiga golongan,

·         Frasa endosentrik koordinatif, yaitu frasa yang unsurnya setara. Contoh: aku kamu, nenek kakek

·         Frasa endrosentrik atribut, yaitu frase yag salah satu unsurnya merupakan atribut. Contoh: tahun depan, sedang makan

·         Frasa endosentrik apositif, yaitu frase yang salah satu unsurnya merupaka aposisi. Contoh: Ella teman dekatku.

 

D.     Langkah-Langkah Membuat Teks Deskripsi

Perhatikan langkah-langkah membuat teks deskripsi berikut.

1.      Menentukan atau memilih objek

Objek merupakan sumber data dalam penyususnan teks deskripsi. banyak sekali objek di sekitar lingkungan kita yang dapat dijadikan sebagai objek penulisan teks deskripsi, seperti sekolah, tempat wisata, dan lainnya. 

2.      Mentukan tujuan

Tujuan utama teks deskripsi adalah memebrikan gambaran sebuah objek sejelas-jelasnya kepada pembaca.dengan menetapkan tujuan yang jelas, penulis dapat memberikan gambaran objek yang akan ditulis dan membangkitkan  semangat dalam menyajikan data, gagasan, dan kesan melali rangkaian kata yang menarik dan mengesankan.

3.      Mengumpulkan data

Salah satu kegiatan penting yang dilakukan dalam mengumpulkan data yaitu pengamatan. Dengan mengamatan, penulis akan mampu melihat, mendengar, atau merasakan sendiri suasana objek yang akan dideskripsikan. Penulis juga mendapatkan data yang objektif sehingga lebih mudah mengembangkannya menjadi sebuah teks deskripsi.ketika melakukan pengamatan kita perlu menyiapkan alat tulis untuk mencatat semua hal yang kita tangkap melalui kepekaan indera. Catat semua peristiwa, suasana, aroma, suara atau hal-hal lainnya yang bisa ita rasakan ketika melaukan pengamatan. Emakin bnayak data yang dikumpulkan, semakin mudah untuk mengembangkan menjadi sebuah teks deskripsi.

4.      Membuat kerangka tulisan

Kerangka tulisan merupakan garis besar  teks yang akan dituangkan dalam sebuah tulisan. Sebelum menulis, perlunya menetapkan kerangka tulisan sebagai pedoman atau acuan dalam menggambarkan objek yang akan ditulis.

5.      Mengembangkan kerangka tulisan

Langakh penting dalam menulis teks deskripsi yaitu mengembangkan kerangka menjadi sebuah tulisan yang utuh dan lengkap. Pengembangan kerangka tulisan akan lebih bagus jka dapat melibatkan kepekaan perasaan dan imajinasi. Hal ini mampu memberikan gambaran sebuah obhjek sejelas-jelasnya kepada pembaca.

 

Daftar Pustaka 

Edukatif, Tim. 2016.Mahir Berbahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Bahasa Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

 






 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar