Kajian Intertekstual Pada Novel

 

Judul Makalah:

INTERTEKSTUAL NOVEL ECLIPSE KARYA STEPHENIE MEYER DENGAN NOVEL ALMOST TWILIGHT KARYA NOEY MOORE

 

Langkah-langkah dalam memilih judul:

Langkah-langkah mengerjakan tugas kajian prosa fiksi dan drama untuk tahap awal pertama-tama mencari referensi untuk subjek dan objek penelitian , sebagai objeknya saya memilih kajian intertekstual dan sebjeknya yaitu novel “Eclipse” Karya Stephene Mayer dengan Novel “Almostwilight” karya Noey Moore.  Sebelum menentukan kajian yang akan dipilih saya merasa kebingungan. Apakah saya menganalisis dengan kajian feminis atau memilih kajian intertekstual. Setelah memahami feminis dan intelekstual akhirnya saya memilih kajian intelekstual. Saya memilih kajian intertekstual karena kajian intertekstual lebih terfokus pada aspek-aspek tertentu yang telah ada pada karya-karya sebelumnya. Setelah saya menentukan kajiannya maka saya memilih novel “Eclipse” karya Stephenie Mayer dengan novel “Almostwilight” karya Noey Moore. Novel “Eclipse” karya Stephenie Mayer merupakan hipogram dari novel asli “Almostwilight” karya Noey Moore. Novel “Eclipse” ditulis dengan versi Indonesia. Dari kedua novel tersebut terdapat persamaan melalui jalan cerita dan aspek-aspek lainnya seperti uinsur intrinsik.

LATAR BELAKANG

Novel “Eclipse” merupakan novel ketiga dari tetralogi The Twilight Saga yang dipilih menjadi hipogram intertekstual dalam makalah ini. Novel itulah yang melatarbelakangi adanya novel “Almost Twilight” sebagai teks transformasi. Pemilihan novel ketiga ini disebabkan latar tempat dan waktu yang dipilih oleh Noey Moore sangat tepat dengan teks hipogram, dibanding tetralogi novel The Twilight Saga yang lain. Noey Moore dengan cerdas menyisipkan beberapa kejadian yang seolah menjawab sebab-sebab tak terjelaskan yang ada dalam novel “Eclipse” melalui kepentingan tokoh utama yang diceritakannya.

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana hubungan intertekstual antara novel “Eclipse” karya Stephenie Meyer dengan novel “Almost Twilight” karya Noey Moore?

LANDASAN TEORI

Dra. Indiyah Prana Amertawengrum, M. Hum., Barthes (Eagleton, 1983 : 137) mengemukakan bahwa semua teks sastra terjalin dari teks sastra yang lainnya, bukan dalam makna biasa bahwa teks ini memperlihatkan unsur-unsur pengaruh, tetapi dalam maksud yang lebih radikal, yaitu setiap perkataan, frasa atau bagian ialah penciptaan kembali karya-karya lain yang mendahului atau mengelilinginya. Tidak ada ‘keaslian’ dalam karya sastra, tidak ada sesuatu yang disebut karya sastra ‘pertama’: semua sastra adalah intertekstual. Kristeva menyatakan (dalam Junus, 1985:87-89) bahwa intertekstualitas adalah hakekat suatu teks yang di dalamnya ada teks lain. Dengan kata lain, intertekstualitas adalah kehadiran suatu teks pada teks lain. Kehadiran suatu teks dalam teks yang dibaca akan memberikan suatu warna tertentu kepada teks (2010, Magistra No. 73 Th. XXII September 1 ISSN 0215-9511).

TEKS HIPOGRAM DAN  TRANSFORMASI

Melihat dari waktu terbit, yaitu pada tahun 2007 (teks asli, belum terjemahan) lalu diterjemahkan dengan cetakan pertama pada September 2008, dapat dipastikan dengan akurat bahwa novel Eclipse karya Stephenie Meyer merupakan hipogram dari kajian intertekstual ini. Sedangkan Almost Twilight karya Noey Moore merupakan teks tranformasi yang cetakan pertamanya terbit pada bulan Oktober 2011.

PEMBAHASAN



KESIMPULAN

     Dari hasil analisis kedua novel tersebut, dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki hubungan yang sangat kuat dalam kajian intertekstual, yaitu memiliki kesamaan sekaligus perbedaan yang disengaja oleh penulis teks transformasi. Persamaan dan perbedaannya mencakup alur, tokoh, karakter, latar dan tema.


DAFTAR PUSTAKA

     Amertawengrum, Indiyah Prana. 2010. Teks dan Intertekstualitas. Magistra No. 73 Th. XXII September  1 ISSN 0215-9511

Meyer, Stephenie. 2010. Eclipse. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Moore, Noey. 2011. Almost Twilight. Yogyakarta : Laksana




Komentar